Ini Profil Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK
Anom Widiyantoro.--
PEMALANG, SUMEKS.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Selasa (28/7/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa tim penyidik lebih dulu menjalankan penyelidikan secara tertutup sebelum melakukan penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.
"Di mana dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, Tim mengamankan sejumlah 21 orang. Yakni 5 orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Pemalang, dan 1 orang di Purworejo," kata Budi seperti dilansir Kompas.com, Rabu (29/7/2026).
"Untuk 5 orang yang diamankan di Jakarta, saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, salah satunya adalah Bupati Pemalang," ujarnya.
BACA JUGA:Usai Diperiksa, Istri Bupati Pemalang-Sekda Diboyong KPK ke Jakarta
BACA JUGA:Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Status Masih Terperiksa
Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar serta mengamankan puluhan orang dari beberapa daerah.
Kasus yang tengah didalami berkaitan dengan dugaan penerimaan oleh Anom yang berhubungan dengan proyek pemerintah dan dugaan praktik jual beli jabatan.
Berikut profil lengkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang terjaring OTT KPK.
profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Berdasarkan laman Info Pemilu KPU, Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD St. Yusuf Cimahi sebelum melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 4 Bandung.
BACA JUGA:3 Hari Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah Dijenguk Keluarga
BACA JUGA:Febrie Adriansyah Ditahan, Dititip di Rutan KPK
Setelah lulus sekolah menengah, Anom menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Diponegoro Semarang pada 1989 hingga 1996. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran Bandung dan menyelesaikannya pada 2005.
Di luar aktivitas pemerintahan, Anom juga tercatat sebagai musisi Pemalang pada periode 2017 hingga 2024. Pada 2019, ia memperoleh SNI Award Merusuka Nusadua Hotel dari Directorship Held on National University of Singapore.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


