2 Hektar Lahan Gambut di Desa Petaling Kecamatan Tulung Selapan OKI Terbakar
Anggota Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI lakukan pemadaman lahan gambut yang terbakar. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
2 Hektar Lahan Gambut di Desa Petaling Kecamatan Tulung Selapan OKI Terbakar
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali terjadi. Yakni 2 hektar lahan gambut terbakar.
Lahan gambut terbakar itu terdapat di Desa Petaling Kecamatan Tulung Selapan. Anggota Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI dan tim gabungan berjibaku padamkan.
Peristiwa karhutla itu terjadi, Sabtu 25 Juli 2026, diketahui melalui patroli udara. Pemadaman yang dilakukan hari ini berhasil memadamkan dengan luasan 1 hektar.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Edi Satriawan SP mengatakan, lahan gambut yang terbakar hari ini merupakan lahan milik masyarakat.
BACA JUGA:Bupati OKI Minta Dukungan KLH Perkuat Penanganan Karhutla dan Pengelolaan Sampah
BACA JUGA:Kementerian LH Prioritaskan Pembangunan Daop Karhutla di OKI pada 2027
"Karhutla yang terjadi hari ini cukup luas yaitu 2 hektar. Dengan vegetasi didalamnya semak belukar, belidang, gelam, purun dan kayu perpat," ungkap Edi.
Dia menjelaskan, karhutla yang terjadi ini dengan topografi datar, masuk dalam jenis kebakaran permukaan dan bawah. Dalam pemadaman yang dilakukan juga dibantu oleh regu pemadam kebakaran (RPK) PT TIAN.
"Dari luasan yang terbakar dilakukan pemadaman Moping Up sebanyak tiga tim. Melakukan Moping Up di sisi kiri dan kanan menuju ke tengah kebakaran," kata Edi.
Pemadaman yang dilakukan peralatan yang digunakan berupa kendaraan Roda 4 sebanyak 1 unit. Kendaraan Roda Dua sebanyak 1 Unit. Lalu adanya Mini Striker 3 unit dan peralatan pendukung lainnya.
BACA JUGA:Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Kapolres Ogan Ilir Imbau Warga Tak Buka Lahan dengan Membakar
BACA JUGA:Asap Karhutla di Kecamatan Pangkalan Lampam OKI Menipis, Water Bombing Dikerahkan
"Usai dilakukan pemadaman kondisi asap menipis. Untuk sumber air dalam pemadaman berasal dari kanal. Dimana kondisi di lokasi angin bertiup dari arah timur ke barat," bebernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


