Febrie Adriansyah Ditahan, Dititip di Rutan KPK
Febrie Adriansyah ditahan di Rutan KPK usai menjalani pemeriksaan di Kejagung. --
JAKARTA, SUMEKS.CO - Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangani kasus tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah akhirnya melakukan penahanan. Febrie Adriansyah sendiri tiba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 23.21 WIB.
Dilansir dari JawaPos.com, Febrie terlihat dikawal oleh Polisi Militer (Militer) dan aparat kepolisian saat memasuki Rutan KPK. Bahkan, Febrie sempat melontarkan pernyataan singkat bahwa dirinya tidak mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Nggak pake rompi ya," kata Febrie sambil menunjukan dirinya yang tidak mengenakan rompi tahanan.
Dalam kesempatan itu, Febrie juga turut ditemani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Yadyn Palebangan, saat memasuki Rutan Merah Putih KPK.
BACA JUGA:Istana Tunggu Usulan Jampidsus Baru dari Jaksa Agung
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah pada Jumat (24/7) malam. Penahanan itu dilakukan setelah Febrie menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.
Kasus tersebut ditangani oleh Kejagung usai menerima penyerahan barang bukti 74 kilogram emas dan uang asing senilai ratusan miliar rupiah.
”Bahwa alat bukti yang diajukan masih perlu didalami atau dikonfirmasi, sehingga menurut saya belum cukup untuk dilakukan penahanan,” ucap Febrie saat ditanyai awak media di Kompleks Kejagung.
Sementara, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna, menyatakan penyidikan kasus TPPU itu dilakukan atas surat perintah penyidikan bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026. Sprindik itu jadi yang keempat diterbitkan oleh Kejagung terkait dengan kasus yang menyeret nama Febrie.
BACA JUGA:Komisi III Dorong Pelibatan KPK Dalam Penanganan Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus
BACA JUGA:Mabes Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Korupsi
Sprindik baru tersebut diterbitkan oleh Kejagung pada 20 Juli 2026. Menurut Anang, sprindik itu diterbitkan setelah Kejagung menerima penyerahan barang bukti emas 74 kilogram dan berbagai pecahan mata uang asing dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah. Kasus itu juga ditangani oleh Tim 9 Kejagung.
”Berdasarkan Surat Penyidikan yang baru khusus TPPU tersebut, Tim 9 telah memanggil 4 orang saksi, yakni FA (Febrie), DR, NH, dan TS, serta seorang ahli tindak pidana pencucian uang untuk dimintai keterangannya pada hari Rabu 22 Juli 2026,” pungkasnya. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


