Banner Pemprov

Antisipasi Karhulta Di Sumatera Selatan, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Antisipasi Karhulta Di Sumatera Selatan, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Antisipasi Karhulta Di Sumatera Selatan, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca--

SUMEKS.CO - Kementerian Kehutanan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Selatan, untuk memperkuat langkah antisipatif terhadap peningkatan potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini 21 Juli 2026.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC di Provinsi Sumatera Selatan didasarkan pada kondisi iklim yang memerlukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla. 

Fenomena El Nino mengakibatkan percepatan terjadinya kekeringan meteorologis di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karhutla selama musim kemarau.

“Perubahan paradigma pengendalian karhutla yang kini berfokus pada pencegahan, salah satunya melalui intervensi modifikasi cuaca dengan memanfaatkan awan potensial untuk menginduksi hujan. 

BACA JUGA:Pemkot Palembang Harapkan Kemenhut Percepat Evaluasi Pengelola TWA Punti Kayu

BACA JUGA:Praktisi Hukum Pertanyakan JPU Kejari Muba yang Tak Masukkan Bukti Kunci SK Kemenhut Tahun 1993 dan 1996

Upaya ini bertujuan membasahi lahan agar bahan bakaran di lapangan tidak mudah terbakar, menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) gambut tetap di atas ambang kritis serta mengisi waduk, kanal, embung, dan kolam retensi sebagai cadangan air bagi operasi pemadaman darat,” terang Thomas.

Thomas menjelaskan bahwa sebelumnya Kemenhut telah melaksanakan OMC bekerjasama dengan BMKG di Provinsi Riau pada bulan April. 

Saat itu OMC mampu meningkatkan curah hujan sebanyak 26,42% dibanding data historisnya serta tidak terdeteksinya titik panas/ hotspot.

“Pelaksanaan OMC di Sumatera Selatan kali ini akan dilaksanakan selama 12 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 19 Juli hingga 30 Juli 2026 mendatang yang berposko di Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang,” sebut Thomas.

BACA JUGA:Pengendalian Inflasi 2026 dan Sukseskan 3 Juta Rumah, Pemkot Palembang Gelar Rakor Virtual

BACA JUGA:Pemkot Palembang Memperkuat Langkah Penanganan Banjir Melalui Percepatan Revitalisasi Sungai Bendung

Thomas menerangkan bahwa pelaksanaan OMC selama berjalan 2 hari ini,  telah dilaksanakan penerbangan sebanyak 3 sortie meliputi target penyemaian di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Palembang. 

Target penyemaian didasarkan pada citra radar di mana masih terlihat adanya pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait