Polda Sumsel Percepat Digitalisasi Pengadaan, SPSE Inaproc dan E-Katalog Versi 6 Resmi Disosialisasikan
Polda Sumsel menggelar sosialisasi SPSE Inaproc dan E-Katalog Versi 6 untuk memperkuat digitalisasi pengadaan barang dan jasa. Sistem baru ini diharapkan meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.--
PALEMBANG, sumeks.co- Polda Sumatera Selatan terus memperkuat tata kelola organisasi yang modern, transparan, dan akuntabel melalui digitalisasi sistem pengadaan barang dan jasa.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Sosialisasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Polri Inaproc dan Katalog Elektronik (E-Katalog) Versi 6 di Ballroom Hotel Aston Palembang, Senin (20 Juli 2026).
Kegiatan yang diprakarsai Slog Polri ini menjadi bagian dari langkah strategis mendukung transformasi digital nasional sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran negara melalui sistem pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
BACA JUGA:Wakapolda Sumsel Tinjau Barak hingga Poliklinik, Pastikan Pendidikan Bintara SPKT Berjalan Optimal
BACA JUGA:Karate Kapolda Sumsel Cup 2026 Resmi Ditutup, 2.111 Atlet Bertanding, Berikut Daftar Juara Lengkap
Perkuat Pengadaan Berbasis Teknologi
Sosialisasi dipimpin langsung Kabag Ada Slog Polri Brigjen Pol Hery Santoso bersama tim dari Slog Polri.
Kegiatan tersebut dihadiri Karolog Polda Sumsel Kombes Pol Budi Santosa, S.I.K., M.Si., para Kepala Bagian Logistik, pejabat pengadaan, serta operator SPSE dari seluruh satuan kerja dan Polres jajaran Polda Sumatera Selatan.
Melalui sosialisasi ini, peserta memperoleh pembaruan mengenai implementasi SPSE Polri Inaproc dan penggunaan E-Katalog Versi 6, termasuk mekanisme terbaru dalam proses pengadaan, pemanfaatan aplikasi digital, hingga penyesuaian regulasi agar seluruh proses berjalan lebih efektif, kompetitif, dan sesuai ketentuan.
Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Penerapan sistem pengadaan berbasis elektronik dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih.
Dengan seluruh proses pengadaan dilakukan secara digital, setiap tahapan dapat dipantau secara lebih terbuka sehingga meminimalkan potensi penyimpangan sekaligus meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Selain itu, sistem yang terintegrasi juga diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan logistik di lingkungan kepolisian sehingga mendukung kelancaran tugas operasional maupun pelayanan kepada masyarakat.
Dukung Pelayanan Polri yang Lebih Optimal
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


