Banner Pemprov

SKK Migas Sumbagsel Teken PKS bersama Kejati Sumsel

SKK Migas Sumbagsel Teken PKS bersama Kejati Sumsel

SKK Migas Sumbagsel Teken PKS bersama Kejati Sumsel-foto: dok-

SUMEKS.CO - SKK Migas Sumbagsel bersama – KKKS Wilayah Sumsel laksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

PKS disusun sebagai upaya mitigasi penanganan permasalahan yang menjadi kendala kelancaran operasional terhadap kegiatan usaha hulu Migas.

Perlunya dukungan pembangunan strategis yang dituangkan dalam PKS antara SKK Migas dengan stakeholder berwenang dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menjadi salah satu dorongan yang menjadi dasar terlaksananya PKS ini.

Kerja sama ini juga berawal dari kesamaan pandangan bahwa keberhasilan kegiatan usaha hulu migas tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan investasi, tetapi juga memerlukan dukungan kelembagaan yang kuat, koordinasi yang erat, serta kepastian hukum.

BACA JUGA:SKK Migas Apresiasi Kinerja AKBP Ahmad Budi Martono, Sukses Tekan Mafia Minyak Ilegal di Sumsel

BACA JUGA:SKK Migas-PHR Zona 4 Buka Pendaftaran Beasiswa di Poltek Akamigas Palembang

”PKS ini menjadi PKS Pertama yang dilakukan Kantor Perwakilan SKK Migas di seluruh Indonesia,” ungkap Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto.

Hal ini dijelaskannya menjadi semangat yang positif bagi industri hulu migas khususnya KKKS yag beroperasi di wilayah Sumsel untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab serta komitmen guna kelancaran operasional hulu migas.

”PKS yang kita tanda tangani hari ini patut untuk kita syukuri, dengan hadirnya Pak Kajati disini secara langsung tentu juga merupakan wujud dukungan yang baik kepada kita SKK Migas dan KKKS,” lanjut Bambang. 

Dikatakannya pula bahwa industri hulu migas merupakan sektor strategis nasional yang memiliki kompleksitas tinggi.

BACA JUGA:Fasilitas Militer Diserang, Iran Fokus Pertahanan Negara

BACA JUGA:Kasus Febrie Adriansyah Ditangani Tim 9 Kejagung, ini Nama-namanya

Bagaimana pengelolaan aset negara, risiko operasional, serta kondisi dan dinamika di wilayah operasi sangat memerlukan sinergi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum.

”Dukungan Kejaksaan memiliki peran yang sangat strategis untuk memastikan setiap kegiatan usaha hulu migas berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait