Terpantau Firespot dan Hot Spot di 2 Kecamatan di Kabupaten OKI
Tim gabungan padamkan firespot yang terpantau di Desa Bukit Batu. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
Terpantau Firespot dan Hot Spot di 2 Kecamatan di Kabupaten OKI
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk hari ini terpantau firespot dan hotspot. Dimana kondisi cuaca sangat terik belakangan ini.
Adapun firespot yang terpantau sebanyak 1 titik di Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam dan 1 titip hot spot di Desa Simpang Tiga Makmur, Kecamatan Tulung Selapan.
Adanya titik firespot tersebut telah menimbulkan api, namun oleh petugas gabungan firespot itu berhasil dipadamkan.
Dikatakan Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Edi Satriawan SP, untuk hari ini cuaca panas terik terjadi. Dengan kondisi itu terpantau firespot dan hot spot.
BACA JUGA:Cegah Karhutla Saat Musim Kemarau, Polda Sumsel Gandeng Kepala Desa dan Forkopimda di OKU Timur
BACA JUGA:Pemadaman Karhutla di Desa Sumber Hidup OKI Minim Sumber Air
"Untuk firespot di Desa Bukit Batu apinya telah padam. Tim melakukan groundchek, yaitu tim Manggala Agni, BPBD dan Polsek Pangkalan Lampam," ujar Edi, Selasa 7 Juli 2026.
Dijelaskan Edi, untuk hot spot dan firespot yang terpantau merupakan lahan kosong semak belukar. Lahan ini merupakan rawa kering. Di musim kemarau seperti ini rawan terbakar.
Lanjutnya, bukan hanya lahan gambut saja yang rawan terbakar tetapi lahan rawa kering semak belukar pun rawan. Dikarenakan vegetasi tanaman berupa purun sudah kering dikarenakan tidak ada air lagi.
Sebelumnya, diungkapkan Edi, lahan gambut yang banyak terdapat di Kabupaten OKI, saat ini kondisi tinggi muka air tanahnya telah turun. Lahan gambut rawan terbakar di musim kemarau seperti sekarang ini.
BACA JUGA:Dua Terdakwa Korupsi Pompa Karhutla Muratara Dihukum 2 dan 3 Tahun Penjara
BACA JUGA:Hadapi Musim Kemarau Personel Kodim 0402/OKI Ikuti Pelatihan Damkar dan Pencegahan Karhutla
Jadi saat ini sebagian besar gambut tinggi muka air tanahnya telah berkurang. Sehingga dikhawatirkan terus berkurang muka airnya apabila hujan tidak turun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


