Netanyahu Dikritik Mantan PM Israel, ini Penyebabnya
Naftali Bennett.--
TEL AVIV, SUMEKS.CO - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendapat kritik pedas dari pendahulunya. Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengkritik Netanyahu "tidak mampu memimpin pemerintahannya sendiri". Bennett menilai Netanyahu terlalu dikendalikan oleh menteri-menteri garis keras yang ada dalam kabinetnya, juga oleh kelompok Yahudi ultra-Ortodoks.
Dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (1/7/2026), kritik tersebut disampaikan Bennett yang menjabat PM Israel periode tahun 2021-2022 ini, dalam wawancara dengan Mario Nawafal, penyiar berkebangsaan Lebanon-Australia, pada Selasa (30/6) waktu setempat.
Dalam wawancara, Bennett mengatakan bahwa menteri-menteri garis keras beraliran sayap kanan, seperti menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, terlalu mengendalikan Netanyahu.
BACA JUGA:Ribuan Warga di Beberapa Kota di Israel Demo Netanyahu
BACA JUGA:Hubungan Washington-Tel Aviv Memanas, Trump Ingin Ganti PM Israel
"Dia (Netanyahu) tidak mampu memimpin pemerintahannya sendiri, karena Ben-Gvir dan Smotrich, dan kelompok Haredim (kaum Yahudi ultra-Ortodoks), mereka semua mengendalikan dirinya," ujar Bennett dalam wawancara tersebut.
"Saya tidak akan membiarkan orang-orang bodoh dalam pemerintahan saya, menyampaikan pernyataan -- pernyataan yang benar-benar konyol seperti yang diucapkan oleh orang-orang seperti Ben-Gvir dan Smotrich. Sejak awal, saya tidak akan mengizinkan Ben-Gvir masuk ke pemerintahan saya," tegasnya.
"Namun, jika ada seseorang dalam pemerintahan saya mengatakan hal semacam itu, saya akan meminta mereka untuk tertib. Netanyahu tidak bisa lagi melakukan hal tersebut karena dia bergantung pada mereka," kata Bennett, yang merupakan salah satu tokoh oposisi Israel yang menentang pemerintahan Netanyahu.
BACA JUGA:Iran-Israel Sepakat Gencatan Senjata PascaSaling Serang
BACA JUGA:Diserang Iran, Israel Setop Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Bennett mengakui bahwa posisi internasional Israel telah merosot tajam. Dia menilai kemerosotan itu terjadi bukan disebabkan oleh media yang bias atau propaganda pihak luar, melainkan akibat ulah pemerintah Israel itu sendiri.
Menurut Bennett, para menteri dalam kabinet Netanyahu saat ini "terus-menerus mencederai" citra Israel dengan "tindakan mereka sendiri", sedangkan negara Israel sendiri tidak melakukan "diplomasi publik".
Bennett berpendapat bahwa perang berkepanjangan yang dilakukan Tel Aviv di Jalur Gaza dan Lebanon, juga terhadap front Iran, bertentangan dengan doktrin militer Israel, serta telah menguras kekuatan negara tersebut.
"Itu bukan doktrin Israel," sebutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


