Banner Pemprov

Kesepakatan-Implementasi Damai Ditandatangani, Iran-AS Saling Serang, ini Pemicunya

Kesepakatan-Implementasi Damai Ditandatangani, Iran-AS Saling Serang, ini Pemicunya

Selat Hormuz. --

SUMEKS.CO - Saling serang kembali terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Padahal, kedua negara telah  menandatangani kesepakatan damai dan implementasinya di Swiss pada pekan lalu.  

Pasukan AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta posisi radar pantai pada Jumat (26/6/2026).

Washington menuduh Teheran menyerang kapal kargo di Selat Hormuz, mengguncang gencatan senjata yang rapuh saat para diplomat berjuang untuk mengendalikan perang di Timur Tengah.

"Serangan itu merupakan tanggapan atas agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran yang jelas melanggar gencatan senjata," kata Komando Pusat AS (Centcom) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

BACA JUGA:Perundingan Iran-AS di Swiss Selesai, ini Hasilnya

BACA JUGA:Sah, AS Cabut Sanksi Eskpor Minyak Iran

Televisi pemerintah Iran, mengutip seorang reporter di Sirik, mengatakan sebuah ledakan terdengar pada Jumat malam di dermaga Taherouyeh di kota pelabuhan selatan itu.

Mengutip sumber militer yang mengetahui masalah ini, ledakan itu disebabkan oleh benturan proyektil di area tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengecam apa serangan pesawat tak berawak Iran terhadap kapal di Selat Hormuz. "Jelas, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap perjanjian gencatan senjata kita," kata Trump.

Serangan tersebut memunculkan pertanyaan baru tentang upaya untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, saat Washington dan Teheran bernegosiasi untuk mencapai penyelesaian akhir perang.

BACA JUGA:Menlu Iran Ungkap Perundingan dengan AS Menunjukkan Kemajuan Signifikan

BACA JUGA:Kesepakatan Damai Perang Iran-AS Ditandatangani, Delegasi 2 Negara Bahas Implementasi Perjanjian di Swiss

Sementara, Wakil Presiden AS JD Vance memperingatkan, Iran akan menghadapi kekerasan jika melakukan serangan lebih lanjut.

"Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah menghormatinya," tulis Vance di X, merujuk pada nota kesepahaman untuk menghentikan konflik yang berlangsung hampir empat bulan.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: