Banner Pemprov

Cara Mengetahui Kilometer Mobil Bekas Asli atau Direset, Penting Saat Membeli Kendaraan Second

Cara Mengetahui Kilometer Mobil Bekas Asli atau Direset, Penting Saat Membeli Kendaraan Second

Cara mengetahui kilometer mobil bekas asli atau sudah direset yang perlu diketahui saat membeli kendaraan second.--sumeks.co

SUMEKS.CO - Odometer memberikan informasi tentang jarak tempuh sebuah mobil. Hal ini penting ketika membeli mobil bekas

Angka ditunjukan Odometer sering digunakan sebagai acuan dalam pemeliharaan rutin kendaraan untuk memantau bahan bakar serta perawatan yang diperlukan. 

Odometer terbagi dalam dua jenis, jika melihat prinsip kerjanya. Yaiktu, mekanik dan elektronik, namun fungsinya tetap sama. 

Untuk jenis odometer mekanik, bekerja menggunakan mekanisme fisik untuk mengukur dan menampilkan jarak tempuh kendaraan. 

BACA JUGA:5 Mobil Bekas Rp100 Jutaan yang Masih Layak Dibeli di Pertengahan 2026, Irit BBM Harga Jual Stabil

BACA JUGA:Kenali 7 Cara Merawat Transmisi Matik pada Mobil Bekas agar Lebih Awet dan Minim Masalah

Sedangkan odometer elektronik menggunakan teknologi elektronik untuk mengukur dan menampilkan jarak tempuh kendaraan. 

Model elektronik ada sensor yang terhubung dengan roda kendaraan mendeteksi putaran roda dan mengirimkan sinyal ke unit kontrol elektronik. 

Nah, ketika membeli mobil bekas ada beberapa tips untuk mengetahui angka yang ditampilkan di odometer asli atau palsu. Berikut di antaranya: 

1. Perhatikan Fisik Kendaraan

BACA JUGA:Mengapa Honda Jazz Tetap Jadi Pilihan Populer di Pasar Mobil Bekas Indonesia?

BACA JUGA:Daftar Mobil Bekas Murah yang Pajaknya Masih Ringan Pertengahan Tahun 2026

Cara paling mudah untuk mengetahui dengan memperhatikan fisik kendaran, biasanya akan terlihat mana mboil yang sudah berusia dan dirawat dengan baik. 

Perhatikan bagin seperti mesin, bodi eksterior, interior dan kaki-kaki mobil. Mobil yang kurang terawat akan terlihat usang atau tidak jernih. 

2. Kondisi Ban

Biasanya velg dan ban adalah bagian yang jarang dimodifikasi karena membutuhkan biaya yang cukup besar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait