Pecahkan Rekor, Mantan PM Spanyol Jalani Persidangan, ini Kasus yang Membelitnya
Jose Luis Rodriguez Zapatero.--
MADRID, SUMEKS.CO - Penegakan hukum di Spanyol tak pandang bulu. Bahkan terhadap mantan pejabat tinggi pun bisa diseret ke pengadilan.
Seperti yang dialami mantan Perdana Menteri (PM) Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero, pada Rabu (17/6), mulai disidang atas kasus korupsi yang menjeratnya. Persidangan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Spanyol. Dia menjadi mantan atau PM Spanyol pertama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan korupsi.
Zapatero, mantan sekutu politik PM Pedro Sanchez yang kini berkuasa, dituduh melakukan perdagangan pengaruh dan menerima suap setelah tidak lagi menjabat.
Kasus ini mengancam pemerintahan sayap kiri yang berkuasa di Spanyol, terlebih rentetan penyelidikan dugaan korupsi juga menjerat keluarga dan orang-orang dekat PM Sanchez sendiri.
Perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan kritikan keras terhadap Israel, telah menjadikan PM Sanchez sebagai bintang progresif global. Namun skandal-skandal yang menjeratnya di dalam negeri telah mengikis reputasi domestiknya.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2026), Zapatero yang menjabat PM Spanyol selama dua periode, antara tahun 2004 hingga tahun 2011, ditempatkan di bawah penyelidikan resmi bulan lalu atas dugaan memperdagangkan pengaruh terkait bailout maskapai penerbangan kecil Plus Ultra pada tahun 2021.
Plus Ultra menerima dana publik sebesar 53 juta Euro (atau setara Rp1 triliun) setelah pandemi COVID-19 melumpuhkan penerbangan global.
BACA JUGA:Laga Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026, Spanyol vs Irak Berakhir 1-1
BACA JUGA:PM Spanyol Bangga Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina saat Pawai Kejuaraan
Hakim penyidik kasus ini, Jose Luis Calama, mengatakan bahwa Zapatero diduga memimpin struktur "stabil dan hierarki" yang menggunakan "saluran keuangan yang tidak transparan" untuk menyembunyikan pergerakan uang dan mendapatkan suap untuk manuver ilegalnya.
Penggeledahan terhadap kantor Zapatero oleh Kepolisian Spanyol berujung temuan perhiasan dan jam tangan mewah senilai 1,3 juta Euro (Rp26,7 miliar), yang mendorong Calama menyelidiki dugaan pelanggaran hukum lainnya, termasuk penipuan pajak dan penyelundupan.
Para pendukung Zapatero mengaitkan temuan tersebut dengan warisan keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:












