Setir Mobil Mendadak Berat Saat Putar Balik, Jangan Langsung Salahkan Ban
Setir Mobil Mendadak Berat Saat Putar Balik, Jangan Langsung Salahkan Ban--
SUMEKS.CO - Setir mobil yang mendadak terasa berat saat melakukan putar balik atau bermanuver pada kecepatan rendah sering kali membuat pengemudi langsung mencurigai kondisi ban.
Padahal, tidak semua masalah setir berat berasal dari tekanan angin ban yang kurang atau kondisi ban yang sudah aus. Dalam banyak kasus, gangguan pada sistem power steering justru menjadi penyebab utama yang sering tidak disadari hingga kondisinya semakin parah.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena sistem kemudi merupakan salah satu komponen vital yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara.
Ketika setir mulai terasa lebih berat dari biasanya, terutama saat parkir atau berbelok tajam, kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan tenaga lebih besar untuk bermanuver.
BACA JUGA:Mesin Mobil Cepat Panas Saat Macet? Radiator Bermasalah Bisa Jadi Penyebab Utamanya
BACA JUGA:Ini Kelebihan Mobil Jenis HEV dan Perbedaan dengan PHEV dan BEV, yang Harus Diketahui
Pada mobil modern, sistem power steering dirancang untuk membantu pengemudi memutar roda dengan lebih ringan. Baik menggunakan sistem hidrolik maupun elektrik, power steering bekerja mengurangi beban yang harus diberikan saat menggerakkan kemudi.
Ketika salah satu komponennya mengalami gangguan, gejala pertama yang paling sering muncul adalah setir terasa berat pada kecepatan rendah.
Salah satu penyebab yang paling umum adalah berkurangnya oli power steering pada sistem hidrolik. Oli power steering berfungsi sebagai media penghantar tekanan hidrolik yang membantu meringankan putaran setir.
Ketika volumenya berkurang atau kualitasnya menurun, tekanan yang dihasilkan menjadi tidak optimal sehingga kemudi terasa lebih berat.
BACA JUGA:Mobil PHEV Makin Diminati Konsumen Indonesia, Gaikindo Catat Penjualan Mencapai 2.089 Unit
BACA JUGA:Regenerative Braking Mobil Listrik Ternyata Bisa Menambah Jarak Tempuh, Begini Cara Kerjanya
Menurut berbagai panduan teknis dari Society of Automotive Engineers, penurunan performa sistem kemudi sering kali diawali oleh kualitas fluida power steering yang sudah tidak lagi berada pada kondisi ideal. Karena itu, pemeriksaan berkala terhadap volume dan kondisi oli menjadi bagian penting dalam perawatan kendaraan.
Selain kekurangan oli, kebocoran pada sistem power steering juga dapat menyebabkan gejala serupa. Kebocoran biasanya terjadi pada selang tekanan tinggi, seal pompa, atau sambungan sistem hidrolik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


