Regenerative Braking Mobil Listrik Ternyata Bisa Menambah Jarak Tempuh, Begini Cara Kerjanya
Regenerative Braking Mobil Listrik Ternyata Bisa Menambah Jarak Tempuh, Begini Cara Kerjanya--
SUMEKS.CO - Mobil listrik dikenal sebagai kendaraan yang lebih efisien dibanding mobil bermesin bensin atau diesel. Salah satu teknologi yang membuat efisiensi kendaraan listrik semakin tinggi adalah regenerative braking atau pengereman regeneratif.
Teknologi ini memungkinkan energi yang biasanya terbuang saat pengereman diubah kembali menjadi energi listrik dan disimpan ke dalam baterai. Karena itulah banyak pemilik mobil listrik mampu memperoleh jarak tempuh lebih jauh dibanding perkiraan awal ketika berkendara di kondisi tertentu.
Bagi sebagian pengendara yang baru beralih ke kendaraan listrik, istilah regenerative braking mungkin masih terdengar asing. Padahal teknologi ini menjadi salah satu komponen penting yang membuat mobil listrik mampu mengoptimalkan penggunaan energi baterai.
Semakin efektif sistem regenerative braking bekerja, semakin besar peluang energi yang dapat dikembalikan ke baterai sehingga konsumsi daya menjadi lebih hemat.
BACA JUGA:Regenerative Braking, Teknologi Cerdas Mobil Listrik yang Bikin Hemat Energi dan Ramah Baterai
BACA JUGA:Pelek Mobil Listrik Kini Tak Sekadar Gaya, Desain Aerodinamis Bisa Bantu Hemat Baterai
Secara sederhana, regenerative braking bekerja dengan mengubah fungsi motor listrik ketika pengemudi melepaskan pedal akselerator atau menekan pedal rem.
Pada kondisi normal saat kendaraan melaju, motor listrik menggunakan energi dari baterai untuk menggerakkan roda. Namun ketika kendaraan melambat, motor tersebut beralih fungsi menjadi generator yang menghasilkan listrik.
Energi kinetik yang berasal dari putaran roda kemudian diubah menjadi energi listrik dan dialirkan kembali ke baterai. Proses inilah yang membedakan mobil listrik dengan kendaraan konvensional.
Pada mobil berbahan bakar fosil, energi saat pengereman umumnya hilang dalam bentuk panas akibat gesekan kampas rem dan cakram. Sementara pada mobil listrik, sebagian energi tersebut dapat dimanfaatkan kembali.
BACA JUGA:Pelek Forged Jadi Tren Mobil Listrik 2026, Disebut Lebih Ringan dan Efisien untuk EV
BACA JUGA:Do and Don’t Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Tetap Awet dan Tahan Lama
Menurut berbagai produsen kendaraan listrik global, sistem regenerative braking mampu meningkatkan efisiensi energi secara signifikan terutama dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang sering mengharuskan kendaraan berhenti dan berjalan secara berulang.
Semakin sering kendaraan melakukan perlambatan, semakin banyak energi yang berpotensi dipulihkan ke dalam baterai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


