Banner Pemprov

Sumur Cantik, Tetap Pasok 1,3 MMSCFD Gas Walau Tersisa 1 yang Aktif

Sumur Cantik, Tetap Pasok 1,3 MMSCFD Gas Walau Tersisa 1 yang Aktif

--

MUARA ENIM, SUMEKS.CO -Di atas lahan seluas 1,2 hektare dengan delapan sumur produksi aktif, Lapangan Cantik milik PT Sele Raya Belida (SRB) terus menunjukkan perannya sebagai penopang pasokan energi nasional.

Meski kini hanya menyisakan satu sumur aktif, lapangan ini tetap berkontribusi signifikan dengan produksi gas mencapai 1,3 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan energi di tengah tantangan penurunan alami produksi migas.

Field Superintendent PT Sele Raya Belida, Elvi Hakim, menjelaskan nama Sumur Cantik dipilih sebagai simbol harapan agar sumur tersebut mampu menghasilkan minyak dengan kualitas dan produksi yang baik.

Saat kunjungan berlangsung Sumur Cantik tengah menjalani proses workover—serangkaian pekerjaan teknis untuk mengembalikan kemampuan produksi sumur. Aktivitas ini membuat produksi dihentikan sementara demi memastikan pekerjaan dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Safei Sapri, menegaskan pentingnya menjaga target produksi nasional.

BACA JUGA:Kapolda Sumsel dan SKK Migas Bahas Penataan Sumur Minyak Rakyat Secara Legal

BACA JUGA:Media Gathering FJM Sumsel 2025, SKK Migas Ajak Pers Perkuat Edukasi Publik Soal Energi

“Salah satu tugas utama kami adalah menahan laju penurunan produksi sekaligus mendorong eksplorasi dan pengembangan agar produksi dapat meningkat,” ujarnya.

Pemerintah sendiri menargetkan produksi minyak nasional mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.

Namun, PT Sele Raya Belida (SRB) tidak hanya fokus pada produksi energi. Perusahaan juga menekankan komitmen sosial melalui berbagai Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan sepanjang 2025.

PR Supervisor PT SRB, Valentina, menegaskan bahwa keberhasilan industri migas tidak semata diukur dari angka produksi, tetapi juga dari sejauh mana keberadaan perusahaan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:SKK Migas Sumbagsel Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Empat Lokasi, Termasuk Laut Lepas Selat Berhala

BACA JUGA:Perkuat Perlindungan Aset Negara, PEP Ramba Jalin Sinergi dengan Kejaksaan dan SKK Migas

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: