Banner Pemprov

Kenali Perbedaan Pertamax dan Pertalite, Cek Kendaraan Anda Cocoknya Pakai Apa?

Kenali Perbedaan Pertamax dan Pertalite, Cek Kendaraan Anda Cocoknya Pakai Apa?

Mengenali perbedaan Pertamax dan Pertalite, dua jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan untuk kendaraan bermotor di Indonesia. --sumeks.co

SUMEKS.CO - Pertamax dan Pertalite, merupakan dua jenis bahan bakar yang paling banyak digunakan untuk kendaraan bermotor di Indonesia. 

Dari sisi harga, Pertamax lebih mahal dibandingkan Pertalite yang memang mendapat subsidi dari pemerintah.

Namun, ada anggapan bahwa pertamax dapat meningkatkan performa kendaraan. Padahal setiap jenis bahan bakar memiliki karakteristik kimia yang dirancang untuk teknologi mesin tertentu.

Perbedaan utama kedua bahan bakar ini terletak pada nilai oktan, Pertamax lebih tinggi dan lebih baik untuk mesin modern. 

BACA JUGA:Harga BBM Non Subsidi Diprediksi Naik Awal Juni 2026, Pertamax Turbo Bisa Tembus Rp21 Ribu per Liter

BACA JUGA:Harga Solar Naik? Ini 5 Cara Nyetir Pajero Sport Biar Tetap Irit BBM

Agar tidak salah kaprah dalam penggunaan kedua bahan bakar ini, berikut ulasan mengenai perbedaan Pertamax dan Pertalite. 

Perbedaan Pertamax dan Pertalite

Untuk mengetahui perbedaan dari kedua bahan bakar ini, dapat dilihat dari nilai oktan, dampak pada mesin, efesiensi dan konsumsi bahan bakar serta kebersihan komponen dalam mesin. 

1. Nilai Oktan (RON)  

BACA JUGA:5 Rekomendasi Mobil Murah, Irit BBM, dan Berkualitas yang Layak Dipertimbangkan Tahun 2026

BACA JUGA:Antrian BBM di Palembang Kembali 'Telan' Korban, Sopir Truk Tewas Dikeroyok Hingga Meregang Nyawa

Pertalite dirancang untuk kendaraan kompresi rendah, karena memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) sebesar 90. 

Bahan bakar ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian dengan harga yang lebih terjangkau.

Sedangkan, Pertamax memiliki nilai oktan RON 92 yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap tekanan suhu tinggi. 

Stabilitas ini sangat dibutuhkan oleh mesin-mesin generasi terbaru agar proses pembakaran di ruang bakar tetap stabil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait