Satgas BPBD OKI Ikuti Peningkatan SDM Hadapi Musim Kemarau Rawan Karhutla
Kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM satgas BPBD penanganan karhutla di Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI. Foto : Niskiah/Sumeks.Co--
Satgas BPBD OKI Ikuti Peningkatan SDM Hadapi Musim Kemarau Rawan Karhutla
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Puluhan satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas SDM dari Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI.
Dimana sejumlah personel satgas BPBD mendapatkan materi dan praktek lapangan dalam hal penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pelaksanaan peningkatan kapasitas SDM satgas BPBD tersebut, selama 2 hari di Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Kamis 4 Juni 2026.
Pada pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas SDM satgas BPBD itu, dihadiri oleh BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Kabid penanganan darurat, Sudirman SKM MSi, Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/Edi Satriawan SP. Danramil Kayuagung, Kapolsek Kayuagung. Dinas Perkebunan Kabupaten OKI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI. Dinas Kehutanan.
BACA JUGA:Hadapi Musim Kemarau Antisipasi Karhutla BPBD OKI Siapkan Personel dan Posko Mandiri
Plt Kepala BPBD Kabupaten OKI, Nova Triyussanto mengatakan, dengan adanya kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas satgas BPBD hasilnya dapat lebih efektif dalam penerapan penanganan dan penanggulangan karhutla.
Termasuk satgas ini lebih sigap dalam penanganan karhutla. Apalagi saat ini telah masuk musim kemarau.
"Kita berharap satgas SDM yang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas ini lebih efektif dan sigap dalam penanganan karhutla," tegas Nova, didampingi Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI, Edi Satriawan SP.
Dikatakan Nova, diketahui bersama Kabupaten OKI sangat luas dan rawan terjadi karhutla di musim kemarau. Dimana berdasarkan BMKG perlu mengingatkan kewaspadaan terhadap kemarau lebih awal berlangsung dan kemarau tahun ini lebih kering dari normal.
BACA JUGA:Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana Pimpin Penandatanganan MoU Mitigasi Karhutla
"Masuk musim kemarau jelas berkurang curah hujan, cuaca panas meningkat dan sejumlah vegetasi tumbuhan menjadi kering. Ini rawan terjadi karhutla," ungkapnya saat dibincangi awak media.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




