Polda Sumsel Siagakan 1.415 Personel untuk Cegah Karhutla 2026
Strategi Baru Polda Sumsel Hadapi Ancaman Karhutla di 2026--
Polda Sumsel Perkuat Strategi Pencegahan Karhutla, Optimistis Capai Zero Karhutla 2026
PALEMBANG, sumeks.co- Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus mengintensifkan langkah pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah rawan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen serius Polda Sumsel dalam mewujudkan target zero Karhutla pada tahun 2026.
Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, mengatakan pihaknya tetap siaga penuh meskipun tren Karhutla di Sumsel menunjukkan penurunan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, langkah antisipasi dini harus terus diperkuat agar tidak muncul titik api yang berkembang menjadi kebakaran besar.
“Polda Sumsel berkomitmen penuh melakukan mitigasi dan penanganan Karhutla secara terpadu. Seluruh personel dan sarana pendukung telah dipersiapkan untuk menjaga wilayah Sumsel tetap aman dari ancaman Karhutla,” ujarnya.
BACA JUGA:Palembang Siaga Karhutla 2026, Ratu Dewa Perkuat Tim Mulai Tingkat Kecamatan Hingga OPD
Ia menjelaskan, strategi penanganan kini tidak hanya mengandalkan pola konvensional, namun juga memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung pemantauan lapangan. Sesuai arahan Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho, penguatan deteksi dini dilakukan melalui monitoring titik panas (hotspot) secara real-time serta optimalisasi sistem pengawasan berbasis teknologi.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, Polda Sumsel telah menyiapkan sebanyak 1.415 personel yang disiagakan khusus menghadapi potensi Karhutla. Ribuan personel tersebut siap diterjunkan sewaktu-waktu guna melakukan langkah cepat dan terukur di lokasi rawan kebakaran.
Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, fokus pengamanan dan pengawasan diarahkan ke sejumlah daerah prioritas seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Lahat, hingga wilayah Muratara yang menjadi perhatian khusus.
Potensi Karhutla di wilayah tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari musim kemarau panjang, suhu panas ekstrem, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak hukum dan kesehatan akibat asap kebakaran.
Untuk mengatasi hal itu, Polda Sumsel bersama jajaran terus menggencarkan berbagai kegiatan pencegahan melalui pendekatan persuasif dan edukatif. Langkah yang dilakukan meliputi patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, penyebaran maklumat, pengecekan langsung titik panas, serta edukasi bahaya Karhutla kepada warga di daerah rawan.
Sinergi lintas instansi juga terus diperkuat. Hal ini terlihat dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di Griya Agung, Rabu (6 Mei 2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla di Sumatera Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



