Merek Premium BYD, Yangwang, Terpantau Masuk Daftar Pajak Kendaraan RI

Merek Premium BYD, Yangwang, Terpantau Masuk Daftar Pajak Kendaraan RI

Merek mobil super mewah dari BYD terpantau sudah terdaftar di Indonesia. Merek yang dimaksud adalah Yangwang. --

SUMEKS.CO - Merek mobil super mewah dari BYD terpantau sudah terdaftar di Indonesia. Merek yang dimaksud adalah Yangwang

Dalam lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 11 tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat, nama Yangwang itu terdaftar dengan kode SGH-AWD-30. 

Diketahui juga Yangwang model premium dari BYD ini memiliki penggerak roda 4x4. Namun tak diketahui untuk model pasti yang terdaftar di laman Permendagri tersebut.

Untuk ketersedianya Yangwang saat ini sudah punya empat model yaitu U7, U8, U8L, dan U9.

BACA JUGA:Mobil Listrik Kompak BYD Dolphin Tawarkan Efisiensi dan Fitur Modern

BACA JUGA:BYD Sealion 7: SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 500+ km dan Fitur Canggih

Secara spesifikasinya masing-masing. Yangwang U8 memiliki motor listrik ketika roda kanan dan kiri berputar berlawanan (dua roda kanan bergerak maju dan dua roda kiri mundur atau sebaliknya), mobil secara perlahan memutar dirinya sampai 359 derajat. 

Kemampuan unik lainnya adalah Yangwang U8 bisa mengambang.

Yangwang U8 edisi Premium memiliki kemampuan mengambang hingga kedalaman 1.000 mm sementara versi Off-road Master bisa lebih dalam yakni 1.400 mm dengan mengaktifkan Wading Mode.

BYD menyebut kehadiran Yangwang U8 sebagai market testing sekaligus unjuk gigi teknologi e4 yang saat itu baru ada di produk Yangwang. 

BACA JUGA:Harga Terbaru BYD Atto 3 2026, SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 468–521 km

BACA JUGA:Dimana Mobil Listrik Murah K-Kooper Dibawah 100 Juta? Kini Kurang Mainstream Dibanding Wuling atau BYD

Terungkap juga dalam lampiran itu, Yangwang punya nilai jual Rp 1,508 miliar sementara Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB) sebesar Rp 1.583.400.000.

Nilai jual (NJKB) dan DP PKB itu jelas bukan jadi patokan harga ya. Sebab, kalaupun nanti dijual di Indonesia ada sejumlah faktor yang mempengaruhi harga. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait