Banner Pemprov

Congratulation, Dosen Teknik Elektro UBD ini Raih Penghargaan Global Lewat Inovasi GreenLend

Congratulation,  Dosen Teknik Elektro UBD ini Raih Penghargaan Global Lewat Inovasi GreenLend

Inovasi AI GreenLend Bawa Dosen Teknik Elektro Raih Pengakuan Internasional--

Dosen Teknik Elektro Raih Pengakuan Global Lewat Inovasi GreenLend di Ajang Digital Innovation Challenge 2025

Palembang, SUMEKS.CO - Prestasi membanggakan kembali diraih sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Bina Darma (UBD) Palembang.

Dosen Program Studi Teknik Elektro UBD, Akhmad Khudri, berhasil meraih Global Innovation Recognition Award dalam ajang internasional Digital Innovation Challenge (DIC) 2025 yang diselenggarakan oleh Duke Kunshan University bekerja sama dengan New York University Shanghai.

Kompetisi bergengsi tersebut mengangkat tema inovasi di bidang keuangan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan keberlanjutan (sustainable finance), serta diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara.

Dalam tahap awal seleksi, proyek yang dikembangkan oleh Akhmad Khudri, yakni GreenLend Micro, berhasil menempati peringkat pertama dari total 176 peserta pada jalur internasional.

Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek utama, antara lain feasibility, inovasi, desain etis (ethical design), serta implementasi teknis. Kompetisi ini berlangsung cukup panjang, dimulai sejak November 2025 hingga Maret 2026.

GreenLend Micro merupakan platform microfinance berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menjawab tantangan inklusi keuangan global.

BACA JUGA:Tim Dosen UBD Rilis Buku OOP dengan Dart untuk Mahasiswa dan Praktisi IT

BACA JUGA:UBD Gandeng Hotel Harper Palembang, Buka Peluang Magang Mahasiswa

Inovasi dosen UBD ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal, dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan efisiensi transaksi, tetapi juga aksesibilitas dan transparansi.

Salah satu keunggulan utama dari GreenLend adalah penggunaan antarmuka berbasis suara (voice-first). Melalui fitur ini, pengguna dapat mengajukan pinjaman hanya dengan percakapan singkat tanpa harus mengisi formulir yang kompleks.

Sistem kemudian memanfaatkan teknologi AI untuk mengekstraksi lebih dari 25 parameter data secara otomatis dan mengolahnya menjadi skor kredit yang transparan.

Selain itu, platform ini juga mengusung konsep ethical finance melalui fitur “rejection with dignity”, yakni mekanisme penolakan pinjaman yang tetap memberikan rekomendasi perbaikan secara jelas dan terukur kepada pengguna.

Pendekatan ini dinilai mampu menjaga martabat pengguna sekaligus memberikan peluang untuk meningkatkan kelayakan finansial di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait