Banner Pemprov

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI-foto: dok-

SUMEKS.CO - Berangkat dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, brand kuliner Tercabaikan berkembang menjadi salah satu usaha makanan lokal di Bandung.

Berbagai menu dihadirkan seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok.

Melalui pengembangan cita rasa serta inovasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

Produk Tercabaikan dikenal dengan cita rasa yang kaya akan bumbu serta beragam pilihan topping dan isian.

BACA JUGA:BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 T hingga Februari 2026

BACA JUGA:Perkuat Pertumbuhan Bisnis Konsumer, BRI Gelar Kick-Off Consumer Expo dan Undi Hadiah Total Ratusan Juta

Inovasi juga terus dilakukan untuk menjaga daya tarik produk, termasuk menghadirkan berbagai varian menu seperti kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil.

Hingga baso aci yang dapat disajikan dalam berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, maupun soto.

Pemilik usaha Tercabaikan Inggra DP mengungkapkan bahwa ide memulai usaha tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

BACA JUGA:Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025

BACA JUGA:BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 T hingga Februari 2026

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait