Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel Gunakan SOT untuk Kendali Lapangan
Alternatif:Melalui SOT, Polda Sumsel memantau 1.071 personel dan mencatat lebih dari 210 ribu kegiatan pengamanan selama arus mudik 2026.--
Polda Sumsel Catat 210 Ribu Kegiatan Pengamanan Melalui Sistem Digital SOT
PALEMBANG, sumeks.co- Polda Sumatera Selatan mencatat sebanyak 210.915 kegiatan pengamanan selama periode 13-20 Maret 2026 melalui Sistem Operasi Terpadu (SOT).
Sistem berbasis digital ini digunakan untuk memantau kinerja personel sekaligus mengendalikan jalannya Operasi Ketupat Musi 2026.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memanfaatkan SOT untuk memantau secara langsung pergerakan dan aktivitas 1.071 personel di lapangan.
Melalui sistem tersebut, pimpinan dapat melihat kondisi terkini, menganalisis situasi, serta mengambil keputusan secara cepat berbasis data.
Selain berfungsi sebagai alat pelaporan, SOT juga digunakan sebagai pusat kendali operasi. Sistem ini dilengkapi fitur komunikasi .
Seperti video call dan voice call yang memungkinkan pengecekan langsung ke titik pengamanan tanpa harus berada di lokasi.
Data yang tercatat melalui SOT menunjukkan mayoritas kegiatan berada dalam kategori risiko rendah. Dari total 210.915 kegiatan, sebanyak 210.455 masuk kategori low, 459 kategori medium, dan satu kegiatan kategori high.
BACA JUGA:Polda Sumsel Kerahkan Mobile Command Center di Betung, Pantau Mudik Real-Time
BACA JUGA:2.361 Personel Disiagakan, Kapolda Sumsel Tekankan Pospam Aktif Layani Pemudik
Dalam distribusi kegiatan, Polres Lahat mencatat jumlah tertinggi dengan 46.137 kegiatan.
Disusul Polres Lubuk Linggau sebanyak 31.177 kegiatan, Polres Musi Rawas 22.149 kegiatan, serta Polres OKU Timur 18.852 kegiatan.
Polda Sumsel menyebut distribusi tersebut mencerminkan penempatan personel yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah serta intensitas arus mudik.
Pengelolaan operasi dilakukan secara adaptif dengan mengacu pada kondisi di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
