Banner Pemprov

Polda Sumsel Kerahkan Mobile Command Center di Betung, Pantau Mudik Real-Time

Polda Sumsel Kerahkan Mobile Command Center di Betung, Pantau Mudik Real-Time

Arus mudik di Jalintim Betung dipantau Polda Sumsel menggunakan teknologi MCC, drone, dan CCTV untuk mengurai kemacetan secara cepat dan efektif--

Polda Sumsel Kerahkan Mobile Command Center di Betung, Pantau Arus Mudik Secara Real-Time

BANYUASIN, SUMEKS.CO- Polda Sumsel  menurunkan Mobile Command Center (MCC) ke kawasan Jalintim Betung sebagai upaya pengendalian arus mudik dalam Operasi Ketupat Musi 2026.

Langkah menggunakan MCC ini dilakukan untuk memantau sekaligus mengurai kemacetan di salah satu titik strategis jalur lintas timur (Jalintim) Sumatera.

 Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso memimpin langsung pengecekan di Simpang Tugu Polwan dan Pasar Betung, yang merupakan titik rawan kepadatan kendaraan di jalur Palembang–Jambi.

Melalui Mobile Command Center, Polda Sumsel mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis teknologi, mulai dari kamera CCTV, drone pemantau udara, hingga pusat kendali digital.

BACA JUGA:Tol Fungsional Musi Landas Dibuka Dua Arah, Jalintim Banyuasin Tetap Lancar

BACA JUGA:Update Arus Mudik 18 Maret 2026: Tol Palembang-Kayuagung-Lampung Lancar, Berbeda dari Tol Ini

Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time sekaligus pengambilan keputusan langsung di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, pengendalian arus tidak lagi bersifat pasif, melainkan dilakukan secara aktif berbasis data.

Petugas dapat segera mengarahkan personel dan mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Operasi ini juga melibatkan lintas satuan, antara lain Polres Banyuasin, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, serta Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino bersama jajaran turut turun langsung memastikan pelaksanaan berjalan optimal.

Penggunaan drone memberikan gambaran kondisi lalu lintas dari udara, sementara CCTV menampilkan situasi secara langsung di lapangan.

Kombinasi keduanya membantu mengidentifikasi titik kemacetan dan mempercepat respons penanganan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait