Konstruksi Tol Palembang-Betung 3 Mainroad Capai 50,16 Persen, Gunakan Sistem Khusus Jamin Stabilitas Struktur
Tol Palembang-Betung Seksi 3 Mainroad diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh Pangkalan Balai menuju Betung atau sebaliknya, mengurangi kepadatan di jalan nasional eksisting, serta memperlancar distribusi logistik. --
PALEMBANG, SUMEKS.CO - Pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung Seksi 3 Mainroad yang dikerjakan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), mencapai progress 50,16 persen per akhir Februari lalu.
Tol sepanjang 14,69 km ini akan menghubungkan Interchange (IC) Pangkalan Balai hingga IC Betung, dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur penting untuk meningkatkan konektivitas wilayah di Sumatera Selatan.
"HKI menerapkan berbagai teknologi konstruksi untuk mendukung efisiensi dan ketepatan kualitas pekerjaan di lapangan. Salah satu teknologi yang digunakan adalah building information modeling (BIM) untuk pemodelan tiga dimensi, sehingga membantu proses perencanaan dan visualisasi konstruksi secara lebih terintegrasi," ujar Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya.
Proyek ini menghadapi tantangan teknis pada area rawa dengan lapisan tanah lunak yang diikuti oleh lapisan tanah keras. Oleh karena itu, digunakan sistem pile slab dengan kombinasi tiang pancang dan bore pile untuk menjamin stabilitas struktur.
BACA JUGA:Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan pada Fungsional Tol Palembang-Betung, Atasi Penumpukan Kendaraan
BACA JUGA:Mulai 13 Maret 2026, Tol Palembang-Betung Bisa Dilalui Secara Fungsional, Perhatikan Jalurnya!
Tantangan lainnya yakni pengerjaan jalan tol yang bersinggungan dengan jalan nasional. Untuk meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas pada saat pemasangan balok jembatan antar pier, HKI menggunakan launcher dalam proses erection girder. Teknik ini memungkinkan untuk pemasangan girder jembatan yang lebih cepat dan presisi.
Pada saat pelaksanaan erection girder, HKI bekerja sama dengan pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk melaksanakan kegiatan buka-tutup jalan nasional, guna menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Sejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, HKI menerapkan prinsip green construction melalui pemanfaatan waste material sebagai material pendukung, serta penggunaan lampu panel surya di area workshop guna meningkatkan efisiensi energi selama proses konstruksi.
Selain itu, HKI juga memberdayakan tenaga kerja lokal pada proyek ini, dengan jumlah sekitar 50 persen dari total pekerja.
BACA JUGA:Progres Konstruksi Jalan Tol Palembang-Betung Capai 89,91 Persen, Difungsikan Terbatas Saat Lebaran
"Kami berupaya memastikan proses konstruksi berkelanjutan dengan menerapkan berbagai langkah yang lebih ramah lingkungan serta mendukung efisiensi penggunaan sumber daya," imbuh Aditya.
Pembangunan tol ini diharapkan dapat menjadi alternatif jalur yang lebih efisien sekaligus mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
