Update Tarif Pajak Tahunan Mobil Hybrid Maret 2026: Daftar Tipe yang Dapat Insentif Emisi Rendah Paling Besar
Per Maret 2026, pajak tahunan (PKB) mobil hybrid di Indonesia tetap kompetitif dengan tarif rendah sekitar 1% hingga 1,5% dari NJKB, didukung insentif emisi rendah (PPnBM DTP) 3% berdasarkan PP No. 74/2021 dan PMK No. 12/2025. --
SUMEKS.CO - Pemerintah resmi memperbarui tarif pajak tahunan mobil hybrid per Maret 2026, dengan sejumlah tipe kendaraan.
Per Maret 2026, pajak tahunan (PKB) mobil hybrid di Indonesia tetap kompetitif dengan tarif rendah sekitar 1% hingga 1,5% dari NJKB, didukung insentif emisi rendah (PPnBM DTP) 3% berdasarkan PP No. 74/2021 dan PMK No. 12/2025.
Insentif pajak tahunan mobil hybrid terbesar diberikan kepada model full hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) dengan emisi CO2 di bawah 100 g/km.
BACA JUGA:Jangan Anggap Remeh! Ini Komponen Mobil Hybrid yang Paling Cepat Rusak di Cuaca Panas
BACA JUGA:Cara Seting Mode EV pada Honda CR-V RS e:HEV Terbaru agar Baterai Tetap Awet di Rute Tanjakan
Insentif dan Pajak Mobil Hybrid 2026
Insentif PPnBM DTP
Pemerintah memberikan diskon PPnBM sebesar 3% untuk mobil hybrid (LCEV), menjadikan total PPnBM menjadi lebih rendah (sekitar 3-5%) dibandingkan mobil konvensional.
• PKB Tahunan
PKB mobil hybrid umumnya lebih rendah (1%-1.5% dari NJKB) dibandingkan mobil konvensional (umumnya 2%).
• Pajak Progresif
Tetap berlaku, namun dasar pengenaannya lebih rendah karena NJKB hybrid yang mendapat insentif seringkali lebih terjangkau.
• Syarat Insentif Terbesar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
