Banner Pemprov

Jangan Anggap Remeh! Ini Komponen Mobil Hybrid yang Paling Cepat Rusak di Cuaca Panas

Jangan Anggap Remeh! Ini Komponen Mobil Hybrid yang Paling Cepat Rusak di Cuaca Panas

Jangan Anggap Remeh! Ini Komponen Mobil Hybrid yang Paling Cepat Rusak di Cuaca Panas Indonesia--

SUMEKS.CO - Cuaca panas ekstrem yang makin sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia ternyata punya dampak besar pada performa mobil hybrid

Banyak pemilik kendaraan baru sadar setelah muncul gejala aneh seperti tenaga menurun, konsumsi BBM meningkat, hingga sistem kelistrikan bermasalah. 

Padahal, suhu tinggi bisa mempercepat keausan beberapa komponen vital yang selama ini jarang diperhatikan. Tanpa perawatan yang tepat, biaya perbaikan bisa bikin dompet langsung menjerit.

Indonesia dengan iklim tropis memiliki suhu rata rata harian yang cukup tinggi, terutama saat musim kemarau. Kondisi ini membuat sistem pendinginan mobil hybrid bekerja lebih keras dibandingkan di negara beriklim sedang. 

BACA JUGA:Rely R08 Limited Edition Debut di UAE, Pikap Hybrid Fitur Modern dan Desain Kokoh

BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Sport 2026 Resmi Meluncur, SUV Hybrid dengan Desain Futuristik

Mobil seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid atau Toyota Veloz Hybrid dirancang dengan teknologi canggih, namun tetap membutuhkan perhatian ekstra agar tetap optimal di cuaca panas.

Salah satu komponen yang paling rentan adalah baterai hybrid. Baterai jenis ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi. Ketika suhu terlalu panas, efisiensi penyimpanan energi menurun dan umur pakai baterai bisa berkurang lebih cepat. 

Sistem manajemen baterai memang dirancang untuk mengontrol suhu, namun jika filter pendingin kotor atau ventilasi terhalang, panas akan terjebak dan mempercepat degradasi sel baterai.

Komponen berikutnya yang sering terdampak adalah inverter. Inverter berfungsi mengubah arus listrik dari baterai menjadi energi yang dapat digunakan motor listrik. Saat suhu lingkungan tinggi, inverter harus bekerja lebih keras dan menghasilkan panas tambahan. 

BACA JUGA:Chery C5 CSH: Mobil Hybrid Serbaguna dengan Performa Sporty dan Efisiensi Tinggi

BACA JUGA:Toyota RAV4 PHEV Generasi Baru: SUV Hybrid dengan EV Mode 150 KM

Jika sistem pendinginan tidak optimal, inverter bisa mengalami overheat yang menyebabkan performa mobil menurun atau bahkan memicu mode perlindungan yang membatasi tenaga.

Motor listrik juga tidak luput dari dampak cuaca panas. Walaupun dirancang tahan suhu tinggi, penggunaan terus menerus dalam kondisi macet dan temperatur udara tinggi dapat membuat efisiensinya menurun. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait