Banner Pemprov

Banyak yang Keliru! Dosen Ahli Gizi ini Ungkap Rahasia Tetap Prima Saat Puasa, Begini Rumusnya

Banyak yang Keliru! Dosen Ahli Gizi ini Ungkap Rahasia Tetap Prima Saat Puasa, Begini Rumusnya

Puasa sering bikin lemas? Ini tips gizi seimbang dan rumus minum 2-4-2 agar tetap sehat selama Ramadan. Foto tangkapan layar Unair TV--

Banyak yang Keliru! Dosen Ahli Gizi ini Ungkap Rahasia Tetap Prima Saat Puasa, Begini Rumusnya 

SUMEKS.CO- Makan sudah banyak, minum lengkap, camilan ada tapi masih lemas saat puasa. Tenyata ini rahasia tubuh tetap prima saat menjalankan puasa. Sehingga aktivitas bekerja tetap terjaga.

Puasa Ramadhan di Indonesia memang menahan lapar dan dahaga selama lebih dari 12 jam.

Dan Ini bukan sekadar ujian spiritual, tetapi juga tantangan fisiologis yang memengaruhi kebutuhan energi dan pola metabolisme tubuh secara signifikan.

Menurut Lailatul Muniroh SKM M.Kes, Dosen Depertemen Gizi FKM Unair masih banyak masyarakat yang keliru memahami konsep gizi seimbang saat puasa sehingga justru merasa lemas, cepat lapar, mudah haus.

Bahkan seorang yang puasa Ramadhan malah cenderung mengalami kenaikan berat badan selama Ramadan.

''Jadi Bagaiamana komposisi piring sahur, agar energi awet sampai Magrib atau berbuka''?

Ahli Gizi,ini menjelaskan bahwa kunci utama menjaga stamina prima saat puasa bukan terletak pada menghindari nasi, melainkan pada pengaturan komposisi makanan yang tepat.

BACA JUGA:Kumpulan Doa Memohon Kesehatan Keluarga agar Kuat Menjalani Puasa Ramadhan 1447 Hijriah

BACA JUGA:Amalan Doa Pelunas Utang Jelang Ramadhan 1447 Hijriah, Agar Ibadah Puasa Lebih Tenang dan Khusyuk

Menurutnya, nasi memang merupakan sumber karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik relatif tinggi yang dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan tanpa diimbangi lauk, sayur, dan buah.

Lonjakan gula darah yang tinggi akan diikuti peningkatan hormon insulin secara cepat sehingga kadar gula juga turun drastis dan memicu rasa lemas serta lapar di pagi hingga siang hari.

Namun, ia menegaskan bahwa masalahnya bukan pada nasi itu sendiri, melainkan pada ketidakseimbangan komposisi “Isi Piringku” saat sahur, jika ingin puasa tetap prima

Jika sahur mengandung karbohidrat secukupnya, dilengkapi protein, sayuran, dan buah, maka tubuh akan mendapatkan asupan energi yang lebih stabil dan tidak mudah drop sebelum waktu berbuka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: