Ini 9 Taushiah Penting MUI Menyambut Ramadhan 2026, Nomor 5 Soroti Konflik Palestina
MUI Terbitkan Panduan Ramadhan 1447 H, Dari Puasa hingga Etika Bermedia Sosial--
MUI Terbitkan 9 Taushiyah Sambut Ramadhan 1447 H/2026 M, Serukan Hentikan Perang hingga Perkuat Konten Positif
Sumeks.co, Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menerbitkan sembilan taushiyah menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Seruan ini menjadi pedoman bagi umat Islam agar mengisi Ramadhan dengan peningkatan iman, ketakwaan, serta kepedulian sosial di tengah tantangan global dan dinamika digital.
Taushiyah tersebut ditetapkan di Jakarta pada 29 Sya’ban 1447 H atau 17 Februari 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, bersama Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan.
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menegaskan Ramadhan merupakan momentum strategis untuk membentuk pribadi bertakwa sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa bagi orang beriman.
“Puasa diwajibkan agar kita menjadi insan yang bertakwa,” tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (17 Februari 2026).
Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari dan Muslim).
BACA JUGA:Usai Tabayun di MUI, Ini Saran Ulama kepada Komika Pandji Pragiwaksono
BACA JUGA:MUI: Nikah Siri Sah Secara Agama, Tapi Haram karena Rugikan Perempuan
9 Taushiyah MUI Menyambut Ramadhan 1447 H
Dalam dokumen resmi tersebut, MUI menyampaikan sembilan poin penting yang menjadi panduan umat Islam selama Ramadhan:
1. Wajib Puasa dan Persiapan Fisik-Mental
MUI mengingatkan umat Islam yang telah memenuhi syarat wajib puasa dan tidak memiliki uzur syar’i agar menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas.
Umat juga diminta mempersiapkan kesehatan fisik dan mental serta menjaga kebersihan masjid, mushalla, dan lingkungan rumah agar ibadah berlangsung khusyuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

