Kilometer Cuma 5.000 tapi Mesin Brisik? Kenali Trik Licik Reset Odometer Motor Bekas
Kilometer Cuma 5.000 Tapi Mesin Kasar? Rahasia Reset Odometer Motor Bekas yang Bikin Pembeli Tertipu--
SUMEKS.CO - Kilometer rendah bukan jaminan mesin mulus. Di pasar motor bekas, praktik reset odometer kerap digunakan untuk menarik minat pembeli. Rahasia di balik angka 5.000 km ini bisa jadi jebakan yang merugikan konsumen
Fenomena ini penting dipahami karena manipulasi data jarak tempuh berdampak langsung pada nilai kendaraan, potensi kerusakan tersembunyi, serta risiko biaya perawatan tinggi dalam waktu dekat.
Pasar kendaraan bekas yang semakin kompetitif mendorong sebagian penjual tidak bertanggung jawab menggunakan perangkat elektronik untuk mengubah data pada modul ECU agar angka odometer tampak lebih rendah.
Angka kilometer menjadi indikator utama dalam menentukan harga jual kendaraan bekas. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meningkatkan daya tarik unit yang sebenarnya telah mengalami pemakaian berat.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Motor Bekas Harga Mulai Rp 3 Jutaan di Januari 2026, Cocok untuk Kurir
Lead ini mengajak pembaca menelusuri fakta mengejutkan di balik praktik manipulasi digital yang semakin sulit dikenali bahkan oleh pembeli berpengalaman.
Berdasarkan sumber dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, transparansi informasi kendaraan bekas menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan berkendara dan perlindungan konsumen.
Data jarak tempuh yang tidak akurat dapat menyebabkan pemilik baru mengabaikan jadwal perawatan penting seperti penggantian oli, pengecekan sistem pengereman, dan inspeksi komponen vital lainnya.
Ketidaksesuaian perawatan ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan akibat kegagalan fungsi komponen.
BACA JUGA:Daftar Motor Bekas di Bawah Rp 10 Juta: Ini Rekomendasi Pilihan Hemat untuk Kendaraan Harian
BACA JUGA:Harga Motor Bekas Honda PCX 160 Per Januari 2026: Skutik Premium Jadi Lebih Terjangkau
Praktik reset odometer digital biasanya dilakukan melalui port diagnostik yang terhubung dengan sistem ECU. Teknologi ini memungkinkan perubahan data tanpa meninggalkan jejak fisik pada panel instrumen.
Menurut laporan teknis yang dikutip dari International Organization of Motor Vehicle Manufacturers, manipulasi odometer digital menjadi tren global seiring meningkatnya penggunaan sistem elektronik pada kendaraan modern.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










