Banner Pemprov
Pemkot Baru

Jangan Panik, Ini Jenis Pekerjaan yang Masih Punya Masa Depan di Era AI 2026

Jangan Panik, Ini Jenis Pekerjaan yang Masih Punya Masa Depan di Era AI 2026

Jangan Panik, Ini Jenis Pekerjaan yang Masih Punya Masa Depan di Era AI 2026--

SUMEKS.CO - Isu soal kecerdasan buatan yang makin pintar memang bikin banyak kepala panas dingin. Timeline media sosial penuh dengan cerita karyawan digantikan software, lowongan kerja yang mendadak ditutup, sampai kantor besar yang memilih robot dibanding manusia. 

Sekilas, masa depan dunia kerja kelihatan seperti arena seleksi alam versi digital. Tapi kalau dilihat lebih dalam, situasinya tidak seseram itu. 

Perubahan memang nyata, beberapa jenis pekerjaan menyusut, tapi di sisi lain justru muncul profesi profesi yang semakin dibutuhkan dan tidak mudah tergeser oleh mesin, bahkan sampai 2026 dan setelahnya.

Berdasarkan laporan World Economic Forum tentang masa depan pekerjaan, sekitar 44 persen keterampilan tenaga kerja global akan berubah dalam lima tahun ke depan. Banyak tugas administratif, entri data, dan pekerjaan berulang mulai diambil alih sistem otomatis. 

BACA JUGA:Infinix Note 60 Terbaru Tahun 2026 Hadirkan Performa Mumpuni dengan Kamera AI Canggih

BACA JUGA:Si Paling Ringkas & Berkelas: 7 Laptop 13 Inci Super Tipis untuk Mobilitas Tinggi di 2026

McKinsey Global Institute juga mencatat bahwa otomatisasi bisa menggantikan sebagian aktivitas kerja, bukan seluruh profesi. Artinya, bukan manusia yang sepenuhnya hilang, melainkan perannya yang bergeser.

Jenis pekerjaan pertama yang relatif aman datang dari sektor kesehatan. Dokter, perawat, bidan, terapis, hingga caregiver tetap jadi tulang punggung layanan publik. World Health Organization bahkan memprediksi kekurangan jutaan tenaga kesehatan secara global menjelang 2030. 

AI memang sudah bisa membaca hasil rontgen atau membantu diagnosis awal, tapi keputusan medis, empati terhadap pasien, serta tindakan fisik tetap butuh manusia. Mesin tidak bisa menggantikan sentuhan tangan saat merawat pasien atau ketenangan suara ketika menyampaikan kabar penting.

Bidang pendidikan juga masih punya napas panjang. Guru, dosen, instruktur kursus, dan mentor keahlian praktis tetap dibutuhkan. UNESCO dalam berbagai publikasi tentang pendidikan digital menegaskan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat bantu. 

BACA JUGA:Kamera AI dan Desain Kekinian dari HP 1 Jutaan di Tecno Spark Go 2

BACA JUGA: Viral! HP Murah 2 Jutaan Coba Infinix Note 50, Bawa Performa Gaming Kencang dan Kamera AI Memukau

Proses membangun karakter, mendampingi perkembangan emosi anak, dan menyesuaikan metode belajar dengan kondisi kelas tidak bisa diserahkan sepenuhnya pada algoritma. 

Bahkan dengan platform pembelajaran berbasis AI, peran pendidik justru bergeser menjadi fasilitator dan pembimbing, bukan hilang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait