Banner Pemprov
Pemkot Baru

Ini Kata Sekdin Disdik Terkait Dugaan Pungli

Ini Kata Sekdin Disdik Terkait Dugaan Pungli

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten OKI. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Ini Kata Sekdin Disdik Terkait Dugaan Pungli 

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdin) angkat bicara terkait dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Dimana beredar sebuah rekaman suara yang belum diketahui asal-usulnya, yang menyebutkan bahwa SK Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah seharga Rp30 juta untuk Sekretaris Dinas (Sekdin) Dinas Pendidikan Kabupaten OKI menghebohkan publik.

Tak hanya itu, dalam rekaman itu yang menjadi pertanyaan di tengah masyarakat adalah siapa sebenarnya dua aktor yang berbicara dalam rekaman tersebut.

Yani dalam rekaman itu terdengar seorang pria yang belum diketahui identitasnya mengaku sebagai sahabat Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Herianto. 

BACA JUGA:Viral Perundungan Dipicu Senggolan Bahu di Kantin Sekolah, Disdik Palembang Monitoring Karakter Siswa

BACA JUGA:Disdik Palembang Keluarkan Imbauan Terapkan Pembelajaran Sistem Daring 1 September 2025 Besok

Sedangkan dalam percakapan rekaman itu disebutkan bahwa Sekdin dan Dinas Pendidikan (Diknas) yang meminta uang sebesar Rp30 juta untuk penerbitan SK Plt Kepala Sekolah.

"Bukan Kabid yang minta, Sekdinnya langsung. Tiga puluh juta, dua atau tiga hari keluar SK. Yang minta itu Sekdin dan Diknas. Pak Heri (Kabid GTK) tidak minta karena berteman dengan saya,” ungkap suara dalam rekaman tersebut.

Menanggapi beredarnya rekaman itu, Sekdin Disdik OKI, Maliki, membantah keras tuduhan tersebut. 

Menurutnya, ia tidak pernah melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan dalam rekaman itu.

BACA JUGA:Lomba Gerak Jalan HUT ke-80 RI Antusias Diikuti 169 Regu, Disdikbud Ogan Ilir Sukses Jadi Penyelenggara

BACA JUGA:Disdikbud Ogan Ilir Hadiri Sertijab Kepala SMPN 1 Tanjung Batu, Asnawi Zen Purna Tugas, Lisanudin Kepsek Baru

“Tidak ada itu. Entah saya juga bingung kenapa nama saya disebut, atau ada yang mencatut dan mengatasnamakan saya, saya tidak tahu,” ungkapnya, Sabtu 17 Januari 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: