Bupati Muara Enim H Edison Beri Santunan Kepada Guru Ngaji
SEMARAK : Bupati Muara Enim H Edison menutup kegiatan Semarak Syiar Islam dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.--
MUARA ENIM, SUMEKS.CO - Bupati Muara Enim H Edison, menutup kegiatan Semarak Syiar Islam dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama sekaligus memperingati Isra Mi’raj 1448 Hijriah di Masjid Jami Amaliah, Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Kamis 8 Januari 2026.
Acara ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Hj.Heni Pertiwi Edison, Bupati menyerahkan santunan kepada para guru ngaji di Desa Padang Bindu.
Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para pendidik agama yang berperan penting dalam membimbing generasi muda agar semakin mencintai Alquran dan ajaran Islam.
BACA JUGA:256 Guru Ngaji Ikuti Pelatihan Manajemen TPQ/TPA
BACA JUGA:Dewan Minta Bupati Muara Enim Bentuk Satgas Angkutan Batu Bara
Selain itu, kegiatan yang digelar di Masjid Jami Amaliah juga diisi dengan doa bersama untuk Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang meresmikan masjid tersebut pada tahun 1978 silam.
Doa bersama ini turut dilakukan seiring dengan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sehingga masyarakat diajak untuk mengenang jasa beliau dalam pembangunan bangsa dan daerah.
Semarak Syiar Islam kali ini juga diramaikan dengan berbagai perlombaan, di antaranya lomba pembacaan Alquran, hafalan Alquran, dan azan.
Perlombaan tersebut diikuti oleh anak-anak Desa Padang Bindu dengan harapan dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap syiar Islam sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama sejak dini.
BACA JUGA:256 Guru Ngaji Ikuti Pelatihan Manajemen TPQ/TPA
BACA JUGA:Dewan Minta Bupati Muara Enim Bentuk Satgas Angkutan Batu Bara
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan kegiatan serupa perlu rutin dilaksanakan sebagai upaya memberikan pendidikan Islami yang berkelanjutan.
"Hal ini juga menjadi langkah nyata dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan sekaligus memperkuat karakter religius di tengah masyarakat," ujar Edison.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:







