Riset Sport Science Berbasis Kinect Karya Dosen UBD-STKIP Pasundan Dipublikasikan di Jurnal Internasional
Kolaborasi UBD dan STKIP Pasundan menghadirkan inovasi tes sit-up berbasis Kinect camera yang terbit di jurnal internasional bereputasi.--
Palembang, SUMEKS.CO- Dunia akademik Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui publikasi riset kolaboratif antara dosen Universitas Bina Darma (UBD) dan STKIP Pasundan.
Artikel ilmiah berjudul “Development of a Sit-Up Test Instrument Based on Kinect Camera” secara resmi terbit di SPORT TK–EuroAmerican Journal of Sport Sciences, sebuah jurnal internasional bereputasi yang telah terindeks Scopus (Q3) dan Web of Science (WoS).
Publikasi ini menjadi bukti nyata meningkatnya kualitas riset nasional, khususnya dalam bidang sport science yang dipadukan dengan teknologi informasi.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas disiplin ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga mempertegas posisi akademisi Indonesia dalam percaturan riset global.
BACA JUGA:Perjalanan Mahasiswi Teknik Industri UBD Meraih Medali Perunggu di Ajang PORPROV XV Sumsel
Kolaborasi Lintas Disiplin yang Strategis
Penelitian tersebut merupakan hasil sinergi antara keilmuan Sport Science dan Information Technology. Fokus utama riset adalah pengembangan instrumen tes sit-up berbasis Kinect camera, sebuah teknologi sensor gerak yang mampu mendeteksi, merekam, dan menganalisis pergerakan tubuh manusia secara presisi.
Instrumen ini dirancang untuk menjawab berbagai keterbatasan metode pengukuran kebugaran jasmani konvensional yang selama ini masih mengandalkan penghitungan manual dan observasi visual.
Ketua peneliti, Aprizal Fikri, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Pendidikan Jasmani, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak dalam pengembangan evaluasi kebugaran modern.
“Dengan integrasi Kinect camera, kami menghadirkan instrumen tes sit-up yang menawarkan tingkat presisi dan reliabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode manual. Sensor gerak memungkinkan pendeteksian sudut tubuh, ritme gerakan, hingga kesalahan posisi yang sebelumnya sulit diidentifikasi secara objektif,” ungkap Aprizal Fikri.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi multidisipliner dengan tim teknologi informasi memberikan nilai tambah signifikan.
Perspektif teknis dalam pengolahan data, computer vision, serta pemrograman sistem cerdas membuat penelitian ini tidak hanya kuat secara konseptual, tetapi juga aplikatif.
Apresiasi dari Pusat Penelitian UBD
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




